Haters Gonna Hate

Well, judul diatas sebenarnya diambil dari salah satu karikatur, yang berarti orang yang gak suka akan selalu mengejek kita, atau mencari kelemahan-kelemahan kita sebagai bahan ejekan. Pertama kali di ambil dari sajak lagu Playas Gon’ Play oleh 3LW pada tahun 2000, dan akhirnya menjadi meme populer di dunia maya. Salah satu contoh meme yang aku  dapat dari google :







Oke, aku akan membahas masalah Benci, Tapi yang aku bahas disini bukanlah dari sudut pandang yang dibenci, melainkan pembenci.
Sebenarnya apa sih keuntungan membenci seseorang atau segala bentuk ciptaan yang diciptakan oleh Tuhan kita? Membenci orang justru akan menumbuhkan sikap jealous atau iri , atau bisa juga menimbulkan tinggi hati. Sikap jealous atau iri akan muncul apabila kita tidak bisa ‘mengalahkan’  orang yang kita benci walau kita berusaha sebagaimanapun juga. Sikap tinggi hati terjadi apabila kita berusaha dan berhasil ‘mengalahkan’ atau malah ‘menjatuhkan’ orang yang kita benci ataupun kita merasa kita lebih baik dari yang orang kita benci, sehingga kita merasa diri kita yang terbaik dan menyombongkan diri.  ‘Mengalahkan’ dalam hal ini artiannya relatif menurut pandangan masing-masing yang bersifat negatif. Apabila kamu tidak memiliki rasa ‘ingin mengalahkan’ atau ‘menjatuhkan’ ini baiklah, berarti kamu terhindar dari salah satu sikap membenci.


Memang membenci seseorang mungkin tidak bisa dihindari karena itu adalah sikap alamiah yang dimiliki seorang manusia,  dan apabila terdapat perasaan benci dihati kita cara yang terbaik adalah dengan mengalihkannya. Manusia yang kita benci sebenarnya tidaklah salah, karena mereka sebenarnya sama dengan kita, mereka adalah manusia, jenis ciptaan yang sama oleh Tuhan kita. Yang perlu dibenci adalah ‘sikap, perasaan, atau prilaku’. Nah untuk menentukan ketiga hal tersebut apakah patut untuk dibenci atau tidak, sebelumnya kita harus refleksi diri kita terlebih dahulu. Apakah kita sendiri sudah baik dalam ketiga hal tersebut? jika jawabannya belum, maka sebaiknya kita mengubah sikap dan prilaku diri kita sendiri terlebih dahulu sebelum memikirkan sikap dan prilaku orang lain. Hal akan dibahas di akhir. Apabila tidak, berikan pertanyaan dalam dirimu, apakah 
‘sikap, perasaan, atau prilaku’  tersebut benar-benar salah dalam pandangan umum? Apabila iya, patutlah kita tidak menyukai prilakunya. Untuk menghadapinya ada beberapa cara, dengan beberapa syarat, yang kita dapat lakukan apabila kita telah menegurnya baik sekali maupun beberapa kali secara face to face(‘karena apabila bersama teman-temannya biasanya muncul sikap gengsi’) secara langsung maupun tidak langsung :


a) Apabila orang tersebut mau membuka diri, terlihat dalam dirinya perasaan ingin berubah. Walau ia menolak, ia sebenarnya secara tidak langsung memberi hak untuk kita untuk mengubahnya. Dekati ia secara perlahan, nasihati ia apabila ia melakukan kesalahan  dengan cara yang menurutmu benar dan tidak menimbulkan perselisihan, hal tersebut bisa dengan memberi contoh, nasihat halus, dan lain-lain, tergantung watak yang dimilikinya.

b) Orang tersebut acuh tak acuh dengan teguranmu, dan secara langsung atau tidak langsung mengisyaratkan kalau kamu tidak mempunyai hak untuk mengubahnya. Apabila sikap buruknya tidak mengganggu kamu dan temanmu, baiknya kamu cuek terhadapnya, karena mengubah seseorang yang tidak mempunyai keingingan untuk berubah itu sangat sulit. Apabila sikapnya mengganggu kamu dan temanmu, sebaiknya kamu melawan. Lihatlah sekelilingmu, kamu tidak sendirian, banyak teman yang mendukungmu. Tapi perlu diingat sekali lagi, jangan ‘memulai’ pertikaian atau perselisihan, karena hal ini justru akan menambah masalah.

Apabila kamu tidak berani sekalipun menegurnya, sama dengan poin b. Kamu hanya perlu cuek terhadapnya. Apabila ia mengganggumu, kembali lihat sekelilingmu, teman-temanmu yang akan selalu menyemangati dan membelamu selalu ada. Jangan lupa, sebanyak apapun yang tidak suka kepadamu, orang yang menyukaimu akan semakin banyak apabila apa yang kamu lakukan adalah ‘benar’.

Apabila  ‘sikap, perasaan, atau prilaku’ orang yang tidak kita sukai tidaklah salah atau malah diri kita sama dengannya bahkan mungkin  lebih buruk darinya, maka perlulah kita menanyakan kepada diri kita sendiri. Kenapa kita membencinya? Apakah karena iri, dendam, atau lainnya. Nah, disaat seperti ini alihkan pikiran kita bahwa yang kita benci adalah  ‘sikap, perasaan, atau prilaku’ kita sendiri, tapi ingat, JANGAN MEMBENCI DIRI KITA SENDIRI. Ingatlah, kita merupakan makhluk sempurna yang telah diciptakan oleh Tuhan kita, tidak ada yang salah dengan diri kita, tapi sikap, perasaan, atau prilaku kitalah yang salah. Dengan begitu kita akan belajar menjadi dewasa, membangun diri sendiri, dan menjadi lebih baik dari sebelumnya, dan tentu saja secara perlahan sikap benci yang ada di dalam hati kita akan menjadi hilang, dan tentu hal ini berdampak positif bagi kehidupan kita. 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: